jump to navigation

Targetnya Juara Tiga, Malah Jadi Jawaranya 4 May 2009

Posted by Kangsata in Berita Almamater.
trackback

Meraih prestasi memamg membanggakan. Sukacita ini sedang dinikmati siswa dan guru di SMKN 1 Cibinong yang berhasil menggondol tiga penghargaan di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat. Apa rahasianya?

TAMPANGNYA sih biasa saja. Tapi dibalik itu, siswa SMKN 1 Cibinong Rizki Pratama Novianto sudah membuat bangga warga se-Kabupaten Bogor. Sebab, anak sulung dari tiga bersaudara itu baru saja membawa pulang piala LKS SMK tingkat Provinsi Jabar. Prestasinya itu mampu membuat decak kagum karena berhasil menjadi juara pertama di kategori bergengsi bidang animasi.

Ia mengaku awalnya tak ngeh menjadi pemenang pertama karena targetnya hanya sampai juara tiga. Rizki pun menjagokan tim broadcast Depok yang memberikan tampilan terbaik dan canggih. ”Saya melihat saingannya bagus-bagus. Makanya, saya tidak berharap muluk,” aku siswa kelas XII Multimedia itu yang mendapat kesempatan satu-satunya bersalaman dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Ketika itu, daya kreatifnya diuji karena panitia menetapkan tema iklan layanan masyarkat yang menyertakan binatang. Awalnya, Rizki sempat terkejut karena ia harus mampu menggambar aneka binatang. ”Saat persiapan di sekolah saya hanya menggambar untuk satu binatang berkaki empat saja,” kata pria yang gemar nonton kartun itu.

Ternyata, memilih cerita terkait pencegahan berburu binatang buas itu memancing daya tarik dewan juri. Ketekunan juga menjadi kunci Rizki meraih juara pertama. Sebab dari tiga hari waktu yang disediakan, ia memilih berkonsentrasi satu hari penuh untuk membuat latar belakang hutan dan savanah. ”Saya mencontoh foto jadi tidak terkesan seperti kartun,” ujar putera pasangan Djoko Handoko dan Sri Mulyana itu.

Prestasi itu membuatnya berhasl membawa pulang hadiah tabungan Rp1,5 juta dan beasiswa di Poltek Sederajat. Ini sesuai dengan keinginannya melanjutkan kuliah.

Uniknya, ia tak sempat menginformasikan kabar bahagia itu kepada kedua orangtua tercinta. Meski terlambat, tetap tak mampu membendung kebahagiaan kedua orangtua yang menangis haru. ”Orangtua saya tidak ikut ke Bandung, ponsel lowbat dan saya juga lupa bawa baterei charge,” kata pria kelahiran Jakarta, 20 November 1991.

Selanjutnya ia bersiap untuk melanjutkan lomba ke tingkat nasional. Rencananya, usai melaksanakan Ujian Nasional (UN), Rizki akan berlatih dibantu pembimbing dari Provinsi Jabar. (*)

Sumber : Radar Bogor

Comments»

1. aiko akatsuki - 14 December 2009

weeeew………….

artikeL tentang om..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: