jump to navigation

Tetap Bersyukur Meski tak Sesuai Target 4 May 2009

Posted by Kangsata in Berita Almamater.
trackback

Mengembangkan hobi menjadi kepuasan tersendiri. Itu yang terasakan oleh Alexandro Putra Abelino. Berkat hobi mengutak-atik komputer dia mampu meraih prestasi pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Barat. Seperti apa kiprahnya?

SISWA kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 1 Cibinong Alexandro Putra Abelino tampak sumringah saat melakukan sesi wawancara dengan wartawan koran ini. Ia mengaku bersyukur meski hanya meraih juara tiga pada LKS tingkat Provinsi Jabar bidang software application. ”Targetnya sih juara satu. Tapi, saya tetap bersyukur,” kata pemenang juara web design saat duduk di bangku SMP itu.

Walau meleset dari perkiraan, ia mengaku tak menghambat semangatnya. Mengingat Abel-sapaan akrabnya berniat untuk mengikuti ajang yang sama tahun depan. ”Saya berjanji giat berlatih tahun depan. Pengalaman ini menjadi batu loncatan untuk menjadi lebih baik,” ujar putera pasangan Albert Lamoren dan Maria Paulina Belang itu bijak.

Abel bersaing dengan 14 peserta se-Jawa Barat untuk menjadi yang terbaik di bidang software application. Apa itu? ”Lomba ini menggunakan software microsoft office,” terangnya. Tujuannya, agar pengguna mendapat kemudahan mengaplikasikan perangkat ciptaan Bill Gates itu.

Menurut dia, panitia memberi soal di luar dugaan. Apalagi, ia mengaku tak menyediakan cukup waktu untuk berlatih soal dari berbagai referensi. Ketika itu, peserta diminta untuk mempermudah guru memeriksa ulangan.

Meski kurang persiapan, Abel mengaku tak sedikit pun merasa grogi. Padahal lawannya terbilang tangguh dan kegiatan lomba ini pengalaman perdananya. ”Kemampuan semua peserta merata, mereka yang terbaik di kabupaten/kota masing-masing,” ujar pria yang hobi fotografi itu.

Ia mengaku kecintaannya terhadap komputer berawal dari hadiah pemberian ayah tercinta. Abel mengaku lebih tertarik mengulik program ketimbang bermain games. ”Ketika SMP, ayah menghadiahkan komputer,” ceritanya.

Sejak itu ia bercita-cita menjadi programmer. Alasannya, ingin cepat kaya. ”Pengalaman yang sudah ada, mereka yang menjadi programmer banyak uangnya. Makanya saya tertarik mendalami dunia ini,” kata pria kelahiran 8 Oktober 1992 itu.

Untuk membanggakan kedua orangtua dan Kabupate Bogor, Abel berjanji belajar lebih giat untuk meraih juara. Ia berencana memperkaya referensi melalui bank soal dan memperbanyak praktik. (*)

Sumber : Radar Bogor

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: